Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan, dengan derasnya arus dana asing ini, seharusnya perbankan syariah Indonesia bisa terus berkembang.
"Ini kan kita lihat potensi menggalang dana yang banyak dari Timur Tengah. Dewasa ini kan sumber dana dari berbagai negara banyak yang kelebihan uang. Dan mereka menganggap Indonesia dianggap baik," jelas Halim dalam Seminar Akhir Tahun Tentang Outlook Perbankan Syariah 2011, di gedung Thamrin, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lebih banyak variasinya dari pada di Timur Tengah. Tidak hanya itu, di banyak negara lebih terkait dasar marjin. Kita ada bagi hasil. Kemungkinan masuk lebih besar," ucapnya.
Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan total aset perbankan syariah di atas 33% per tahun. Sampai Oktober 2010, total aset industri perbankan syariah mencapai Rp 86 triliun.
Jumlah perbankan syariah di Indonesia terdiri dari 11 Bank Umum Syariah (BUS), 23 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 146 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dengan jaringan kantor di 1.625 cabang yang tersebar di 89 kabupaten dan 33 provinsi.
"Pendirian jumlah bank syariah, baik pertumbuhan baru atau konversi termasuk ofiice channeling, yang didukung program sosialisasi dan edukasi publik akan meningkatkan kinerja perbankan syariah," paparnya.
"Perhimpunan DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan syariah tahun 2011 diperkirakan akan melebihi tahun sebelumnya. Terlebih jika perbankan syariah mampu memanfaatkan momentum capital inflow," imbuh Halim.
(wep/dnl)











































