Menteri BUMN Kumpulkan BRI dan Jamsostek Gara-gara 'Rebutan' Bukopin

Menteri BUMN Kumpulkan BRI dan Jamsostek Gara-gara 'Rebutan' Bukopin

- detikFinance
Rabu, 24 Nov 2010 20:45 WIB
Jakarta - Kementerian BUMN mengumpulkan pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) karena 2 BUMN ini 'berebut' saham PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin).

Belakangan terjadi perseteruan antara kedua belah pihak yang sama-sama berminat untuk membeli saham bank Bukopin.

"BRI dan Jamsostek mengenai pembelian saham baru Bukopin itu masih akan dibahas. Dalam waktu dekat akan kita kumpulkan dan duduk bersama," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, akan mengkaji lebih jauh apakah nantinya kedua perusahaan plat merah tersebut yang akan membeli saham Bukopin atau hanya salah satu saja. "Nah itu yang akan kita bahas lebih jauh, untuk sementara ini kita anggap netral saja lah. Jangan berandai-andai dan berspekulasi lebih jauh," tutur Mustafa.

Seperti diketahui Bukopin berencana menggelar penawaran saham baru (rights issue). Saat ini Bukopin dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) yang tercatat sebagai pemegang saham Bukopin sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, serta Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog) sebesar 12,19% serta publik 20,99%.

Sampai dengan saat ini, dua BUMN yakni BRI dan Jamsostek tengah bersaing membeli saham bank yang memfokuskan diri pada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kementerian BUMN sebelumnya mengizinkan BRI untuk mengambil alih saham Bank Bukopin karena bergerak pada bidang bisnis yang sama, yakni perbankan.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads