Awasi Pelaku Perbankan, BI Gandeng Australia dan India

Awasi Pelaku Perbankan, BI Gandeng Australia dan India

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 11:35 WIB
Jimbaran - Bank Indonesia (BI) akan menggandeng Reserve Bank of Australia (Bank Sentral Australia) dan Reserve Bank of India (Bank Sentral India) untuk bekerjasama dalam bidang pengawasan perbankan lintas negara. Hal ini juga dilakukan untuk memayungi dan memberikan kemudahan bagi industri perbankan Indonesia yang akan membuka cabang di kedua negara tersebut.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad ketika ditemui disela acara South East Asia Central Banks (Seacen)-Seminar yang bertemakan "Optimal Central Banking For Financial Stability, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Kamis (09/12/2010).

"Pengawasan lintas negara atau cross border supervisory akan terus dilakukan, setelah kemarin dengan bank sentral Filipina dan Singapura maka BI akan melakukan kerjasama dengan bank sentral Australia dan India," ujar Muliaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pentingnya pengawasan lintas negara lebih dikarenakan untuk mengantisipasi adanya krisis kedepan yang saat ini tipikalnya unik dan berbeda dengan krisis sebelumnya di Indonesia khususnya. "Krisis kemarin itu lebih unik dan berbeda karena krisis yang terjadi sebagai akibat dari kondisi global," tuturnya.

Maka dari itu, Muliaman mengatakan pengawasan bank sentral akan lebih efektif jika bank sentral bisa bekerjasama dengan bank sentral lain untuk menghadapi berbagai masalah yang akan timbul. Lebih jauh Muliaman juga menambahkan dengan adanya komitmen perjanjian kerjasama maka resiliensi keuangan, kebijakan makroprudensial dapat lebih ditingkatkan dan tercapai sebuah kesepakatan bersama.

"Yang lebih penting nantinya dapat mencegah atau bisa mengamankan financial stability di tingkat Regional jika nantinya terjadi ancaman krisis," tegasnya.

Selain itu, Muliaman mengatakan dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan akan lebih menguntungkan karena dapat memudahkan perbankan nasional untuk membuka kantor cabang di negara tersebut.

"Kerjasama ini bisa memayungi bank yang akan buka cabang disana sehingga lebih mudah. Selain itu pengawasan bank dari masing-masing bank sentral juga dapat lebih ditingkatkan," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads