Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad ketika ditemui disela acara South East Asia Central Banks (Seacen)-Seminar yang bertemakan "Optimal Central Banking For Financial Stability, di Hotel Intercontinental, Jimbaran, Bali, Kamis (09/12/2010).
"Pengawasan lintas negara atau cross border supervisory akan terus dilakukan, setelah kemarin dengan bank sentral Filipina dan Singapura maka BI akan melakukan kerjasama dengan bank sentral Australia dan India," ujar Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Muliaman mengatakan pengawasan bank sentral akan lebih efektif jika bank sentral bisa bekerjasama dengan bank sentral lain untuk menghadapi berbagai masalah yang akan timbul. Lebih jauh Muliaman juga menambahkan dengan adanya komitmen perjanjian kerjasama maka resiliensi keuangan, kebijakan makroprudensial dapat lebih ditingkatkan dan tercapai sebuah kesepakatan bersama.
"Yang lebih penting nantinya dapat mencegah atau bisa mengamankan financial stability di tingkat Regional jika nantinya terjadi ancaman krisis," tegasnya.
Selain itu, Muliaman mengatakan dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan akan lebih menguntungkan karena dapat memudahkan perbankan nasional untuk membuka kantor cabang di negara tersebut.
"Kerjasama ini bisa memayungi bank yang akan buka cabang disana sehingga lebih mudah. Selain itu pengawasan bank dari masing-masing bank sentral juga dapat lebih ditingkatkan," tukasnya.
(dru/dnl)











































