Bank Syariah Bukopin Bidik Pembiayaan Rp 2,6 Triliun di 2011

Bank Syariah Bukopin Bidik Pembiayaan Rp 2,6 Triliun di 2011

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 17:26 WIB
Bank Syariah Bukopin Bidik Pembiayaan Rp 2,6 Triliun di 2011
Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin membidik pertumbuhan pembiayaan hingga 40% menjadi Rp 2,663 triliun di tahun 2011, dari perkiraan pada tahun ini Rp 1,669 triliun. Sektor UMKM masih jadi penopang pembiayaan perseroan dengan porsi 60%.

"Untuk 2011 kami akan tumbuh secara moderat, 40%. Sampai dengan akhir Desember sendiri diharapkan ada penambahan Rp 100-150 miliar, dari hasil di Oktober ini Rp 1,518 triliun," jelasΒ  Direktur Utama Bank Syariah Bukopin Riyanto dalam perayaan 2 tahun perusahaan di Jalan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

Ia menambahkan, sektor UMKM masih jadi penopang pertumbuhan pembiayaan perseroan. Porsi UMKM mencapai 60%, sisanya disumbang oleh sektor konsumer dan komersial. Angka pembiayaan sampai Oktober 2010 sendiri telah mengalami pertumbuhan dari posisi tahun lalu, Rp 1,279 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aset naik 4,98% menjadi Rp 2,073 triliun sampai 31 Desember 2010, dengan jumlah DPK Rp 1,518 triliun. Peningkatan DPK dihasilkan dari Tabungan iB SiAga, iB Rencana, iB SiAga Bisnis, dan Tabungan iB Haji," tambahnya.

Dan diperkirakan hingga akhir tahun, DPK perseroan akan berada di posisi Rp 1,618 triliun, atau mengalami penambahan Rp 100 miliar di bulan Desember ini. Secara keseluruhan, perseroan mengakui kinerja mereka masih di bawah target. Pasalnya, banyak program yang telah direncanakan sebelumnya tidak dapat berjalan.

"Karena ada beberapa program yang tidak terealisasi di tahun 2010 hingga pertumbuhan sendiri masih kurang sedikit dari target yang ada," paparnya.

Ia pun menyambut baik dengan semakin banyaknya investor yang berniat menumbuhkan pasar perbankan syariah di Indonesia. Seperti diketahui pula, aset bank syariah hanya 2,6% dari total perbankan nasional yang mencapai Rp 2.000 triliun. Dengan ekspansifnya modal-modal asing masuk dan berinvestasi di bank syariah, menjadikan industri ini dapat maju lebih cepat.

"Dari 2,6% kita masih harus 3 kali lipat lagi. Ini baik dalam membangun industri. Tapi di sisi lain persaingan akan bertambah. Namun kita sudah mengantisipasi dengan sistem perbankan kita yang tangguh, seperti IT, SDI (sumber daya insani), serta penambahan-penambahan outlet," imbuhnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads