Bank Mandiri mencatat portofolio kredit mikro terbesar pada sektor perdagangan, sebesar 49,5 persen dari total portofolio kredit mikro perseroan dan sektor jasa sekitar 40,4 persen. Kredit mikro merupakan kredit dengan besar plafon maksimal Rp 100 juta, serta ditujukan untuk membiayai usaha-usaha mikro, termasuk usaha rumah tangga.
"Kami melihat potensi sektor mikro sangat baik, sehingga kami ingin meningkatkan peran aktif kami untuk mengembangkan sektor yang menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi ini," kata Senior Vice president Micro business Development Bank Mandiri, Tardi dalam siaran persnya, Minggu (16/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mendorong pembiayaan kepada sektor mikro, kami senantiasa berkeinginan meningkatkan pelayanan melalui pemberian kemudahan dalam proses aplikasi dan persyaratan, kecepatan dalam pemberian pelayanan, serta kedekatan melalui pembukaan jaringan kantor pelayanan kredit mikro hingga ke pasar-pasar tradisional," jelas Tardi.
Pada tahun ini, Bank Mandiri berencana menambah jumlah outlet mikro hingga sebanyak 400 outlet sehingga total outlet mikro yang dimiliki menjadi 1.900 outlet.
"Untuk melayani para pengusaha mikro, kami kini memiliki tidak kurang dari 7.500 pegawai yang diseleksi sesuai kebutuhan pengembangan bisnis di daerah masing-masing dikarenakan pegawai mikro harus dapat memahami kultur setempat agar bisa menjalankan bisnis mikro dengan baik," katanya.
Selain pengembangan dari sisi bisnis, Bank Mandiri juga terus berupaya menciptakan pengeusaha-pengusaha baru melalui ajang wirausaha Mandiri. Perhelatan ini bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa untuk mulai berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.
Dan hasilnya, terjadi lonjakan peserta kompetisi Wirausaha Mandiri pada 2010. Sebanyak 3.395 mahasiswa mengikuti kompetisi wirausaha Mandiri 2010, naik jika dibandingkan pada 2009 sebanyak 1.706 peserta. Penghargaan pemenang kompetisi Wirausaha Mandiri 2010 akan dilakukan pada 20 Januari 2011 pada ajang expo Wirausaha Mandiri setelah pada tanggal 18 Januari 2011 dilakukan penjurian nasional.
(qom/qom)











































