"Dalam mengelola perusahaan-perusahaan publik, atau perusahaan dengan tujuan mencari keuntungan, itu harus dikelola oleh profesional. Mereka juga harus mengelola secara prudence dan menjunjung tinggi good governance. Dan pola remunerasinya harus sesuai dengan pasar," ujar Agus saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Agus menyatakan jika tidak diberi sesuai dengan pembayaran di pasar maka tidak akan sejajar dengan para eksekutif lain di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution mengimbau perbankan nasional untuk tidak jor-joran atau terlalu tinggi mematok gaji dan bonus direksi bank. Sebaiknya, gaji dan bonus diberikan dengan prediksi risiko ke depan, bukan keberhasilan yang sudah terjadi di masa lampau
Pemberian bonus yang besar kepada para bankir memberikan kontribusi terjadinya krisis finansial global. Bonus yang tinggi tersebut memicu para bankir berani mengambil risiko yang besar sehingga terkadang mengabaikan risiko ke depannya.
Menurut Darmin, selama ini gaji dan bonus diberikan berdasarkan performa bankir tersebut di masa lalu. Namun, BI meminta bank juga memperhatikan risiko bank itu ke depan.
(nia/dnl)











































