Demikian disampaikan oleh Group Strategic Marketing & Communications DBS Indonesia Deffy Lisa Hardjono kepada detikFinance, Kamis (27/1/2011).
"Seiring dengan upaya untuk memperkuat keberadaannya di Asia, DBS senantiasa bertujuan untuk memperluas keberagaman jangkauan geografisnya. Dengan demikian, upaya untuk memperkuat keberadaan operasional yang sudah ada dan pengembangan bisnis secara organik menjadi fokus kami saat ini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua skenario yang mengaitkan DBS pada nama-nama tertentu tidaklah berdasar dan bersifat spekulatif," ujar Deffy.
Sebelumnya kabar beredar di para pelaku pasar modal, DBS menguasai 5,574 miliar (67,42%) saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN). Pembelian dilakukan di harga Rp 6.500 dengan total nilai Rp 36,231 triliun.
Akuisisi ini dikabarkan akan rampung dalam 1 minggu ke depan. Transaksi ini mewajibkan DBS menggelar tender offer atas sisa saham publik.
Saham Bank Danamon saat ini turun Rp 150 ke Rp 6.100, atau turun 2,4%. (dnl/qom)











































