Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Kemenkop-UKM Guritno Kusumo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR-RI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (27/1/2011).
"Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 8.387 debitur dengan total debet kredit mencapai Rp 230 miliar sedangkan untuk Jawa Tengah jumlah debiturnya mencapai 8.277 dengan total debet kredit mencapai Rp 215 miliar," ungkap Guritno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 70 unit koperasi mengalami rusak parah, sedang dan ringan serta potensi kredit macet di 22 unit koperasi wilayah rawan bencana," terangnya.
"Secara keseluruhan, kalkulasi kerugian finansial akibat erupsi merapi di DI Yogyakarta mencapai Rp 41,5 miliar," imbuh Gurtino.
Lebih jauh Guritno mengatakan, untuk provinsi Jawa Tengah sendiri atau di luar DI Yogyakarta tercatat sebanyak 3.044 ekor sapi mati, 5 unit pasar tradisional mengalami kerusakan, dan kerugian serta 202 usaha mikro kecil menengah mengalami kerugian.
"Di Jawa Tengah, kerugian finansial akibat erupsi Merapi mencapai Rp 40,5 miliar," katanya.
Sampai saat ini, sambung Guritno, Kemenkop-UKM masih terus melakukan dengan pihak-pihak terkait untuk terus melakukan pemulihan khususnya bagi masyarakat korban dan Koperasi dan UKM yang mengalami kerugian.,
(dru/dnl)











































