"Untuk kesekian kalinya para nasabah harus menelan pil pahit kembali, setelah manajemen Bakrie Life berjanji untuk membayar tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 tidak juga ditepati. Padahal seharusnya dibayar paling lambat tanggal 28 Januari 2011," ujar seorang nasabah perwakilan Bandung Halfianto ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Menurut Halfianto, pihaknya sangat dikecewakan akibat dari janji-janji yang selalu tidak ditepati. Bahkan, ia mengungkapkan janji manajemen hanyalah sebagai pemanis bibir saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya Tuhan yang tahu. Sampai kapan kami para nasabah Diamond Investa diperlakukan tanpa ada perasaan kemanusiaan sedikit pun. Apakah kami sudah dianggap orang bodoh yang layak diperlakukan seperti orang yang tidak punya harga diri... Tolong jawab? Orang-orang yang dianggap terhormat," imbuhnya.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah dari Jakarta, Yoseph mengatakan jika melihat gerak gerik Manajemen Bakrie Life & Bakrie Capital Indonesia dalam berusaha membayar nasabah Diamond Investa Bakrie Life memang tidak ada yang bisa menduga kapan pastinya akan dibayar.
"Karena pernyataan Timoer Soetanto (Direktur Utama Bakrie Life) pun selalu tidak ditepati dengan alasan administrasi bukan karena dana," katanya.
Yoseph menambahkan, hendaknya seorang pemimpin alias Direktur Utama seharusnya kalau sudah bicara harus tepat agar rakyatnya yakni para nasabah percaya.
"Saya percaya Group Bakrie akan bayar tapi kalau sudah janji seharusnya ditepati. Tidak hanya sekali kita dibohongi tapi sudah berkali-kali, mengingat kasus ini sejak 2008," ungkapnya.
"Saya selalu berdoa kepada Tuhan dan berusaha dengan berbagai macam cara agar kasus gagal bayar BL ini segera dibayar sesuai SKB (surat keputusan bersama). Tuhan mengetuk dan memberkati Pemilik Group Bakrie agar diberkati oleh Tuhan utk segera dapat membayar nasabah," imbuh Yoseph.
Seperti diketahui, sebelumnya Bakrie Life menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011. Untuk bunga tertunggak selama 6 bulan akan dibayarkan juga pada pekan depan.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/dnl)










































