Demikian disampaikan oleh Vice Presiden Dana dan Jasa Konsumen Donny Bima di sela acara penandatanganan kerjasama penerbitan dan pengelolaan kartu anggota Asephi di Gedung BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (16/2/2011).
"Kami sudah siap untuk melakukan penggantian kartu debet berbasis chip kepada seluruh pemegang kartu secara bertahap. Biaya per kartu sekitar US$ 2-5 per kartunya," ujar Donny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus untuk mesih EDC seluruhnya telah dilengkapi dengan sistem yang dapat membaca kartu chip nah untuk mesin ATM-nya masih sekitar 80-90% yang telah siap. Direncanakan dalam waktu dekat 100% mesin ATM telah siap," ungkapnya.
Lebih jauh Donny mengatakan, nasabah BNI tidak akan dikenakan biaya dalam penggantian kartu ATM dan debet tersebut. Seluruhnya, sambung Donny akan ditanggung oleh BNI.
Selama 2010, Donny mengatakan jumlah pemegang kartu ATM dan debet terus meningkat seiring dengan jumlah nasabah tabungan baru.
"Pertumbuhannya mencapai 1,5 juta nasabah baru dan pemegang kartu ATM dan debet baru. Nilai transaksinya juga terus meningkat walaupun masih lebih rendah dibandingkan dengan kartu kredrit," ungkapnya.
Ke depan, Donny menyampaikan pertumbuhan nasabah baru kurang lebih ditargetkan mencapai 120.000 per bulan. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah kantor cabang BNI dan perluasan jaringan.
Seperti diketahui, BI menargetkan migrasi kartu ATM atau debet ke teknologi chip dibutuhkan waktu sampai 5 tahun dimulai pada 2011. Faktor utama lamanya proses penerapan teknologi chip di kartu ATM atau debet karena tidak sedikitnya pemegang kartu debet tersebut.
(dru/dnl)










































