Demikian disampaikan Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid dalam paparan publik di kantornya, Gedung Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
"Akusisi sudah bicara, tidak menemukan kesepakatan. Satu lagi, harga yang ditawarkan terlalu mahal," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bikin sendiri saja. Modal tak besar, kan bisa joint finance. Kalau Rp 500 miliar taruhlah 5% berarti total bisa Rp 10 triliun. Tahun ini rencananya, kuartal III," paparnya.
Segmen kendaraan roda 2 akan menjadi fokus anak usaha baru CIMB Niaga. Ditargetkan, sudah terjadi pertumbuhan di sektor pembiayaan sepeda motor pada 2011.
"Jumlahnya kecil, ratusan miliar. Kalau yang lain, consumer bisa mencapai 30%," tegasnya.
Namun sampai saat ini izin perusahaan pembiaayan belum di dapatkan perseroan. "Namun kalau bisa, cari yang kecil sekali," imbuhnya.
(wep/dnl)











































