Danamon Bidik Penyaluran Kredit Rp 99 Triliun di 2011

Danamon Bidik Penyaluran Kredit Rp 99 Triliun di 2011

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2011 17:17 WIB
Jakarta - PT Bank Danamon Tbk menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2011 hingga 20%. Sepanjang 2010, kredit Danamon tumbuh hingga 31% atau mencapai Rp 82,6 triliun.

Demikian disampaikan oleh Chief Financial Officer dan Direktur Danamon Vera Eve Lim dalam paparan kinerja tahun 2010 di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

"Danamon mempertimbangkan inflasi yang tinggi pada tahun ini dan diperkirakan inflasi tahun ini sebesar 7,2%. Ini menjadi perhatian kami tetapi kami juga optimis dengan kondisi pertumbuhan kredit tahun 2011 berkisar 15-20%," ujar Vera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan kredit tersebut, lanjut Vera akan ditopang oleh semua lini manajemen dan anak usaha Danamon. Vera mengatakan, selain kredit, Danamon juga akan menargetkan pertumbuhan pendapatan non bunga diposisi 15-20%.

"Selain itu kita akan menurunkan NIM yang berada diposisi 11,3% menjadi 10,5% dan penurunan NIM ini didorong pertumbuhan kredit yang baik di 2011," tuturnya.

Danamon berhasil membukukan laba bersih selama tahun 2010 sebesar Rp 2,883 triliun atau tumbuh 88% dari tahun 2009. Perolehan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga dan pertumbuhan kredit di semua segmen.

"Selain pertumbuhan sebesar 5% pada pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 9,9 triliun dari Rp 9,4 triliun di akhir tahun sebelumnya, kinerja keuangan Danamon untuk tahun 2010 didukung oleh pendapatan non bunga, antara lain dari credit related fees termasuk transaction services, trade finance, asuransi serta keuntungan dari penjualan surat-surat berharga,” kata Vera.

Direktur Utama Danamon Henry Ho mengatakan, kondisi ekonomi makro Indonesia sepanjang 2010 kondusif bagi pertumbuhan kredit Danamon di semua lini usaha. Dikatakan Henry, kredit bagi nasabah di segmen UMKM mencatat pertumbuhan sebesar 24% secara tahunan yang mencapai Rp 26,5 triliun dan mencakup 32% dari total kredit Danamon pada akhir 2010.

Kredit korporasi dan komersial Danamon, sambung Henry mencatatkan peningkatan sebesar 21% menjadi Rp 16,2 triliun dari Rp 13,3 triliun di 2009 yang didukung oleh bisnis trade finance yang tumbuh 74% menjadi Rp 3,1 triliun dari Rp 1,8 triliun pada 2009.

Dijelaskan kembali oleh Vera, pertumbuhan diseluruh lini usaha 2010 juga disertai kualitas aset yang terjaga. "Rasio Kredit Bermasalah (NPL) tercatat sebesar 3% di akhir Desember 2010 yang turun dari 4,5% di 2009," ungkapnya.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads