"Akhir tahun 2010 penyaluran kredit ke pertanian Rp 91 triliun atau 5,15% dari total kredit perbankan. Sebanyak 1,9% dari angka itu atau sekitar Rp 1,76 triliun disalurkan oleh bank syariah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah di kantornya, Jakarta, Rabu (2/3/2011).
Menurutnya, penyaluran kredit ke sektor pertanian ini penting karena menjadi penyedia lapangan kerja yang besar juga kontribusinya yang cukup tinggi terhadap PDB, setara 13,7%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, kata Halim, kesejahteraan petani juga belum menggembirakan seperti kesediaan infrastruktur bagi petani seperti irigasi dan transportasi. Sampai permodalan juga menjadi masalah yang berat.
Ia mengatakan, sepanjang 2010 lalu, pertumbuhan syariah di aset perbankan sudah naik 40%. Sementara untuk tahun ini pertumbuhannya diperkirakan masih sama.
Saat ini, terdapat 11 bank syariah yang beroperasi di Indonesia, jumlahnya naik dari 2009 yang hanya 5 bank. Sampai saat ini ada dua jenis produk syariah yang biasa dipakai yaitu yaitu mudharabah dan salam.
"Salam itu kredit untuk petani yang dijamin panen yang akan datang. Pembiayaannya akan dibayar dengan panen tapi tidak boleh merugikan petani dan bank. Kalau lihat pertanian kan tergantung cuaca,
jadi bank syariah cocok karena punya salam," ujarnya.
(ang/dnl)











































