BI Gandeng IMF Atur Siasat Hadapi Banjir Dana Asing

BI Gandeng IMF Atur Siasat Hadapi Banjir Dana Asing

- detikFinance
Kamis, 10 Mar 2011 17:00 WIB
Nusa Dua - Bank Indonesia (BI) menggandeng International Monetary Fund (IMF) untuk mengadakan forum yang tujuan utamanya adalah mencari strategi dalam menghadapi derasnya arus dana asing yang masuk ke negara berkembang.

Forum yang akan diadakan di kawasan Nusa Dua Bali ini akan dibuka Gubernur BI Darmin Nasution besok. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga akan ikut serta dalam forum yang bertemakan 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In A MultiiSpeed Global Economy' ini.

"BI ingin merumuskan kebijakan. Kebetulan, IMF punya keinginan yang sama. Jadi bagaimana managing capital yang besar, serta pengelola dan memanfaatkan untuk ekonomi jangka panjang," kata Direktur Riset Ekonomi & Kebijakan Ekonomi BI, Perry Warjiyo di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum terbagi menjadi tiga sesi utama. Pertama ada pembahasan derasnya dana asing dan respons kebijakan makro ekonomi. "Dalam IMF sendiri sudah ada pergeseran pandangan. Di mana dalam menghadapi inflow. Memang utamanya melakukan kebijakan fiskal dan moneter. Tapi kalau semakin deras inflow dan dampak terhadap financial sector. Maka akan ada kebijakan makro dan capital control," terangnya.

Banyak pembicara yang nimbrung dalam sesi ini. IMF akan diwakili oleh Direktur untuk Asia Pasifik Anoop Singh. Juga Ekonom Chatib Basri, serta Asisten Gubernur Bank Sentral Thailand Paiboon Kittisrikangwan.

Tidak lupa akan hadir Sekretaris Penasihat Ahli Bidang Ekonomi Perdana Menteri India KP Khrisnan, juga Direktur Riset Ekonomi & Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo.

Sesi dua, akan ada pembahasan pemanfaatkan pembiayaan untuk ekonomi Indonesia jangka panjang. Serta modal asing dimaksimalkan untuk pendalaman arah kebijakan ekonomi di Asia. Hasil dari sesi ini diharapkan bisa melengkapi kebijakan konvensional yang telah ada.

Pembicara sesi II diantaranya, Mantan Deputi Gubernur Bank Sentral Thailand Bandid Nijathaworn, Deputi Gubernur Senior Otoritas Jasa Keuangan Korea Lee Jang Yung, Penasihat senior Departemen Asia dan Pasifik IMF Erdem Basci, serta Kepala Riset Negara Berkembang Barclays Capital Peter Redward.

"Sesi ketiga, akan ada policy forum," tambahnya.

Pembicara dalam agenda ketiga ini adalah Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro, Ketua BKPM Gita Wirjawan, Direktur Wilayah Indonesia Bank Dunia Stefan G Koeberle, Penasihat Khusus Kabinet Jepang Tadashi Maeda, dan Penasihat Khusus Bank Negara Malaysia Ooi Sang Kuang.

Dalam rilis yang diterbitkan BI, sesi terakhir diharapkan menjadi tantangan penyaluran dana asing ke investasi jangka panjang. Di mana diharapkan akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan menjaga keseimbangan neraca anggaran. Forum satu hari ini akan ditutup oleh Deputi Gubernur BI Budi Mulya.

Peserta yang hadir direncanakan mencapai 200 orang. Di mana seluruhnya merupakan perwakilan dari beberapa negara, seperti Jepang, Korea, Singapura, dan Malaysia.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads