Hipotesa Jeffery disampaikan dalam forum berdiskusi 'Coping With Asia's Large Capital Inflows In A MultiiSpeed Global Economy' di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3/2011).
"Implikasi atas siklus tersebut dari emerging market lain, krisis bisa terjadi paling cepat di 2012," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memperkirakan ini circle tiap 15 tahun. Di mana dalam tujuh tahun bertumbuh, dengan inflow masuk. Dan masa krisis 7 tahun setelahnya," tambahnya.
Ramalan yang dilontarkan oleh Jeffery ini harusnya menjadi perhatian dari negara-negara berkembang untuk berhati-hati menjaga situasi ekonominya, khususnya dalam mengelola arus dana asing.
Dalam mengendalikan arus modal asing, tegas Jeffery, menjadi tanggung jawab bersama antara bank sentral serta pemerintah. BI harus mampu mengimplementasikan kebijakan intervensi, capital controls, dan sterilisasi. Pemerintah memiliki pekerjaan yang tidak mudah, dengan mengefektifkan kebijakan fiskal dan kebijakan sektor komoditas khususnya agrikultur.
Jeffery menegaskan, saat arus modal terus masuk ada ancaman jangka pendek yang bisa terjadi. Yakni overheating, dan Indonesia memiliki peluang tersebut, karena penetrasi pertumbuhan ekonomi dan rasio inflasi yang terus meningkat.
Overheating memang menjadi penanda pertumbuhan ekonomi suatu negara terus melaju. Sebagai konsekuensinya, tingkat inflasi juga akan merangkak naik. Ini tergambar dalam materi Jeffery dalam presentasi di hadapan 200 peserta forum.
(wep/dnl)











































