Dirut Mandiri : Harusnya LDR Kami 90%

Dirut Mandiri : Harusnya LDR Kami 90%

- detikFinance
Rabu, 16 Mar 2011 11:12 WIB
Dirut Mandiri : Harusnya LDR Kami 90%
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) menilai rasio pendanaan terhadap kredit (Loan to Deposit Ratio/LDR) seharusnya berada di posisi 90%. Namun karena perhitungan LDR tidak memasukkan obligasi rekap pemerintah, maka LDR bank dengan aset terbesar tersebut masih jauh dibawah ketentuan Bank Indonesia.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan mendukung penuh permintaan Himbara yang mengusulkan untuk memasukkan instrumen obligasi rekap kedalam perhitungan LDR.

"Itu sesuatu yang memang kita mohon ke BI untuk dipertimbangkan. Karena kita ini sebagai bank yang pada tahun 1998 di rekap dengan rekap bonds yang cukup besar. Bonds itu kan dibiayai oleh Dana Pihak Ketiga (DPK), jadi kalau dari rekap bisa dihitung LDR kita senang sekali," papar Zulkifli disela acara BUMN Executive Breakfast Meeting di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3/2011)..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, lanjut Zulkifli perhitungan LDR di Bank Mandiri berkesan sangat rendah. Seperti diketahui, sambung Zulkifli obligasi rekap di Bank Mandiri masih sangat besar sebesar Rp 83 triliun.

"Nah, obligasi rekap itu mencapai Rp 83 triliun masih tersisa, jika masih perhitungan LDR maka posisi LDR Bank Mandiri ini kan harusnya bisa mencapai  90% dan sudah masuk ketentuan BI," tambahnya.

Lebih jauh Zulkifli mengatakan, dalam waktu dekat Himbara akan meminta waktu secara khusus dengan Bank Indonesia untuk membicarakan masalah ini. "Kalau diperlukan nanti bisa koordinasi juga dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN agar mendapatkan support," tuturnya.

Seperti diketahui, Mandiri terpaksa menyetor dana lebih besar terkait aturan LDR-GWM. Mandiri menyiapkan dana hingga sebesar Rp 3 triliun untuk membayar penalti karena rasio pendanaan terhadap kredit (Loan to Deposit Ratio/LDR) dibawah ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). Saat ini rasio LDR bank dengan aset terbesar versi BI tersebut berada di posisi 71%.

Ketua Himbara Gatot Suwondo sebelumnya meminta pemerintah desak Bank Indonesia (BI) agar memberikan perlakuan 'istimewa'. Salah satunya supaya pembelian Surat Utang Negara (SUN) dikategorikan dalam perhitungan rasio kredit terhadap simpanan alias Loan to Deposit Ratio (LDR) beserta obligasi rekap.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads