Meski Bank Permata Kebobolan, BNI Tetap Berminat Merger
Selasa, 01 Jun 2004 13:58 WIB
Jakarta - Dirut BNI Sigit Pramono mengatakan meskipun ada pembobolan Bank Permata di Semarang sekitar Rp 1 miliar, pihaknya tetap berkeinginan melakukan merger dengan Bank Permata. Alasannya, pembobolan bisa terjadi di industri manapun."Meminang orang hanya karena rusak sedikit masak kita tidak menerima," kata Sigit Pramono di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/6/2004).Sementara Dirut Bank Permata Agus Martowardoyo menanggapi pembobolan Bank Permata di Semarang sebesar Rp 1 miliar itu, mengatakan bahwa saat ini pelaku utamanya sudah ditangkap dan tengah diproses secara hukum."Artinya kalau setelah dikonfirm kembali ternyata ada oknum internal kami yang bermain, itu yang kami benahi dan kita sudah punya sistem untuk itu," tegas Agus.Sistem yang akan dibenahi adalah bidang yang berhubungan langsung dengan nasabah. Dalam perbankan ada sistem chek and balance dan internal control audit yang bisa mendeteksi masalah pembobolan ini.Pembobolan ini, kata Agus motifnya adalah untuk mengeruk keuntungan bagi kepentingan pribadi. "Jadi dia melakukan tindakan yang tidak diperbolehkan oleh prosedur hukum. Itu disebut penyalahgunaan jabatan," ujarnya.Mengenai jumlah dana yang dibobol oleh oknum tersebut, menurut Agus saat ini jumlahnya tengah dihitung kembali.Sementara Sigit Pramono sangat menyayangkan terjadinya kasus pembobolan itu. Namun diakuinya kasus itu bisa terjadi dimanapun karena adanya oknum nakal. "Karena memang tidak ada sesuatu yang steril untuk melakukan kesalahan. Tapi yang penting setelah ada kesalahan diperbaiki agar tidak terulang," kata Sigit.
(san/)











































