"Kadin menyesalkan BI yang tidak menjunjung istilah kesamaan sikap," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Haryadi B Sukamdani ketika ditemui di Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
Menurutnya, ketika pengusaha perbankan lokal yang ingin melakukan ekspansi ke luar negeri selalu saja mendapatkan kendala. Nah, ketika asing yang masuk di industri perbankan lokal dan melakukan ekspansinya, BI dengan mudahnya memberikan izin.
"Apalagi saat ini, investor asing tengah melirik pasar syariah yang sedang berkembang di Indonesia. Masak kita ingin menggadaikan lagi ke asing," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai asing itu ngambilin bank-bank kita lagi. Lebih baik BI mengarahkan ke merger saja," tambahnya.
Suku Bunga Masih Tinggi
Pada kesempatan yang sama, Haryadi mengatakan industri perbankan RI sangat menarik dari sisi laba sehingga pihak asing tertarik berinvestasi disini.
Tetapi, Haryadi mengatakan terdapat kekurangan di perbankan RI yakni dari sisi efisiensi sehingga menyebabkan suku bunga masih tinggi.
"Ini terbukti dari tingkat bunga kredit di 12% namun bunga deposito di 7%. Berarti NIM kan 5% yang membuat masih tinggi suku bunga," tambahnya.
Oleh sebab itu, Haryadi mengungkapkan sektor riil cenderung susah untuk melakukan pinjaman di tengah tingginya bunga kredit tersebut.
(dru/ang)











































