Pengusaha Prihatin BI 'Obral' Bank ke Investor Asing

Pengusaha Prihatin BI 'Obral' Bank ke Investor Asing

Herdaru Purnomo - detikFinance
Selasa, 22 Mar 2011 14:06 WIB
Pengusaha Prihatin BI Obral Bank ke Investor Asing
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyesalkan sikap Bank Indonesia (BI) yang memberikan izin dengan mudahnya kepada investor asing untuk mengakusisi bank lokal. Bahkan, setelah bank umum dikuasai oleh asing sekarang investor asing tengah melirik industri perbankan syariah.

"Kadin menyesalkan BI yang tidak menjunjung istilah kesamaan sikap," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Haryadi B Sukamdani ketika ditemui di Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Menurutnya, ketika pengusaha perbankan lokal yang ingin melakukan ekspansi ke luar negeri selalu saja mendapatkan kendala. Nah, ketika asing yang masuk di industri perbankan lokal dan melakukan ekspansinya, BI dengan mudahnya memberikan izin.
 
"Apalagi saat ini, investor asing tengah melirik pasar syariah yang sedang berkembang di Indonesia. Masak kita ingin menggadaikan lagi ke asing," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh, Haryadi mendesak BI tidak dengan mudahnya memberikan izin kepada investor asing jika pengusaha lokal bank di Indonesia juga tidak bisa melebarkan sayapnya di luar negeri.

"Jangan sampai asing itu ngambilin bank-bank kita lagi. Lebih baik BI mengarahkan ke merger saja," tambahnya.

Suku Bunga Masih Tinggi

Pada kesempatan yang sama, Haryadi mengatakan industri perbankan RI sangat menarik dari sisi laba sehingga pihak asing tertarik berinvestasi disini.

Tetapi, Haryadi mengatakan terdapat kekurangan di perbankan RI yakni dari sisi efisiensi sehingga menyebabkan  suku bunga masih tinggi.

"Ini terbukti dari tingkat bunga kredit di 12% namun bunga deposito di 7%. Berarti NIM kan 5% yang membuat masih tinggi suku bunga," tambahnya.

Oleh sebab itu, Haryadi mengungkapkan sektor riil cenderung susah untuk melakukan pinjaman di tengah tingginya bunga kredit tersebut.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads