Pasalnya rasio permodalan (CAR) BSB yang saat ini berada di posisi 10,88% dirasa kurang untuk ekspansi bisnisnya.
"Melihat posisi CAR dan pengembangan BSB kedepan, pemegang saham telah menyetujui untuk penambahan modal," ujar Direktur Utama BSB Riyanto dalam Konferensi Persnya di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui BSB dikuasai oleh PT Bank Bukopin Tbk dengan jumlah saham sebesar 65,4, PT Jamsostek (Persero) 9%, PT Bakrie Capital Investment 9%, Mega Capital 9%, Mitra Usaha Sarana (MUS) 9% dan Muhammadiyah 3%.
Menurut Riyanto, tujuan dari peningkatan modal tersebut untuk mendukung rencana ekspansi bisnis melalui pembiayaan dengan target market kepada sektor UMKM, investasi dalam bidang TI dan jaringan kantor.
"Modal Rp 100 miliar tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis yang ditargetkan tumbuh 35%-40%. Dengan rasio CAR akan meningkat menjadi 16,3%," tuturnya.
Dari jumlah outlet, Riyanto mengatakan nantinya dibuka di Jabodetabek lebih banyak termasuk di Surabaya dan Bandung.
Pembiayaan BSB sendiri di 2010 meningkat 25,94% dari sebesar Rp 1,29 triliun pada menjadi Rp 1,61 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan karena adanya implementasi langkah BSB di bidang pembuayaan antara lain pengembangan UMKM dan melalui multifinance.
(dru/qom)











































