Hal ini disampaikan oleh Citi Country Officer (CCO) Citibank Indonesia Shariq Mukhtar disela rapat dengan DPR Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/4/2011).
"Irzen Octa sudah bergabung selama 33 tahun. Bahkan kita sempat memberikan penghapusan 40% daripada utang pokoknya," ujar Shariq.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memberikan 6 program costumer care. Bukan maksud kita menekan Octa," jelasnya.
Lebih jauh Octa mengatakan, pihaknya akan menunggu lebih jauh hasil penyidikan mengenai Irzen Octa oleh kepolisian. Sampai saat ini irzen diduga tewas karena ditekan oleh debt collector Citibank.
Namun pihak Citibank Indonesia menyatakan tidak ada kekerasan fisik pada tubuh Irzen Octa, nasabahnya yang tewas setelah menemui debt collector penerbit kartu kredit itu. Temuan itu berdasarkan audit internal Citibank.
Seperti diketahui, penggunaan debt collector kembali menuai kecaman menyusul tewasnya seorang nasabah Citibank. Adalah Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa (50) yang tewas dalam proses pelunasan kredit kepada debt collector Citibank.
Korban pada Selasa (29/3) pagi mendatangi kantor Citibank untuk mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak. Menurut korban, tagihan kartu kredit Rp 48 juta. Namun pihak bank menyatakan tagihan kartu kreditnya mencapai Rp 100 juta.
Di situ, korban kemudian dibawa ke satu ruangan dan ditanya-tanya oleh 3 orang yang merupakan 2 orang debt collector dan 1 orang karyawan bagian penagihan Citibank. Dalam proses tersebut, Irzen tewas dan polisi kini sedang melakukan investigasi.
(dnl/dnl)











































