'IMF' Baru ASEAN Mulai Beroperasi Mei 2011

'IMF' Baru ASEAN Mulai Beroperasi Mei 2011

- detikFinance
Jumat, 08 Apr 2011 15:20 WIB
IMF Baru ASEAN Mulai Beroperasi Mei 2011
Nusa Dua - Lembaga moneter baru bentukan ASEAN plus 3 (China, Korea Selatan, dan Jepang) bernama ASEAN Plus 3 Macro Economic Research Office (AMRO) akan mulai efektif beroperasi Mei 2011. Lembaga ini fungsinya mirip IMF.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan pemerintah negara-negara yang tergabung dalam ASEAN plus 3 akan melaporkan keberadaan AMRO pada forum G20 yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.

"Nah, AMRO itu kita harapkan bisa operasi pada tahun 2011 ini. Kita mau supaya bisa dilaporkan ke pertemuan G20 pada akhir tahun bahwa AMRO itu sudah bisa berfungsi," ujar Agus ketika ditemui di sela acara ASEAN Finance Ministers' Meeting di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya lembaga ini, lanjut Agus Marto, akan mengeefektifkan Chiang Mai Initiatif Multilateralization (CMIM). "AMRO itu terkait dengan CMIM. Jadi kalau seandainya CMIM itu ingin efektif tntu AMRO harus jalan," tegasnya.

Terkait sumbangan awal Indonesia terhadap lembaga ini, Agus Marto belum menyebutkan.

"Bagaimana kerjasamanya, kita bicarakan lebih jauh yang penting di tingkat regionalnya bisa jalan," pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan menyebutkan AMRO akan mulai beroperasi pada 1 Mei mendatang dengan berlokasi di Singapura. Sebagai ketua adalah China dan Jepang yang akan memimpin lembaga ini secara bergantian.

Sebagai setoran awal pada lembaga ini, tambah Bambang, sebesar US$ 120 miliar untuk semua negara anggota. Namun, ke depannya diharapkan dana tersebut dapat bertambah seiring dengan semakin banyaknya sokongan dana dari negara-negara besar yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura.

"Dari negara-negara lain diharapkan ada tambahan, sehingga CMIM menjadi lebih besar. Jadi AMRO dan CMIM saling memperkuat. Kalau AMRO semakin kuat, CMIM juga semakin besar. Negara-negara percaya CMIM bisa menjadi mekanisme yang menjaga kestabilan ekonomi di Asia Tenggara," jelasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads