Arus Modal Masuk Deras, Cadangan Devisa RI Sentuh US$ 113,8 Miliar

Arus Modal Masuk Deras, Cadangan Devisa RI Sentuh US$ 113,8 Miliar

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2011 09:15 WIB
Arus Modal Masuk Deras, Cadangan Devisa RI Sentuh US$ 113,8 Miliar
Jakarta - Ditengah arus modal masuk, cadangan devisa RI terus menggelembung. Bank Indonesia mencatat per 29 April 2011 cadangan devisa RI mencapai US$ 113,8 miliar, naik US$ 3,3 miliar dari posisi per 26 April 2011 yang sebesar US$ 110,5 miliar.

Dalam laporan perekonomian BI 2010, dikutip dari situs Bank Indonesia, Jumat (6/5/2011), arus masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio di 2011 bakal terus berlanjut, walaupun tidak sebesar di 2010. Hal ini bisa menyebabkan cadangan devisa Indonesia di akhir 2011 menembus US$ 116,8-119,4 miliar.

"Investasi langsung (FDI) diperkirakan mengalami peningkatan. Arus FDI yang meningkat akan menjadikan struktur arus modal lebih baik dan lebih berorientasi jangka panjang," jelas laporan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Maret lalu sudah menembus US$ 105,7 miliar. Cadangan devisa Indonesia memang terus meningkat dan pada awal tahun 2011 akhirnya menembus US$ 100 miliar. Pergerakan cadangan devisa RI sepanjang 2011 adalah:

  • 31 Januari 2011: US$ 95,3 milliar
  • 22 Februari 2011: US 97 miliar
  • 30 Maret 2011: US$ 105,7 miliar.
  • 29 April 2011: US$ 113,8 miliar

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan masih mencatat surplus yang cukup tinggi, walaupun lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2010. BI memrediksi NPI di 2011 diperkirakan mencatat surplus sebesar US$ 19,7-22,3 miliar.

"Sehingga cadangan devisa pada akhir tahun 2011 diprakirakan mencapai US$ 116,8-119,4 miliar atau setara dengan 7,2-7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata laporan tersebut.

Laporan tersebut mengatakan, transaksi berjalan di 2011 diperkirakan surplus sekitar US$ 3,8-4,7 miliar, lebih rendah dibandingkan 2010.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads