"Pokoknya masih semester dua," ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Rahmat menjelaskan mundurnya waktu penerbitan sukuk global ini karena hingga kini belum ada persetujuan dari DPR untuk penggunaan underlying aset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ketika dikonfirmasi rencana road show sukuk global tersebut, ia mengungkapkan masih belum ada rencana untuk melakukannya dalam waktu dekat.
"Belum ada rencana (untuk road show). Tapi persiapan penerbitan perlu waktu," pungkasnya.
Pemerintah semula ingin menerbitkan sukuk global pada semester I-2011, untuk menambal defisit APBN. Sukuk global itu akan menyasar investor dari wilayah Timur Tengah, Asia, dan juga Eropa.
Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan sukuk global I-2010 dengan nilai sebesar US$ 650 juta.
(nia/qom)











































