Hal ini diutarakan Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad, di sela-sela seminar Financial Literacy Towards a National Strategy on Financial Education, di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (27/6/2011).
"Kita sedang maping, regulasi mana yang disiapkan untuk program percepatan (financial inclution). Baik yang ada atau create baru," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika benar, data yang menyebut 40 juta orang yang belum bisa akses bank, kita ingin kejar itu melalui program ini," paparnya.
Optimalisasi program financial inclution menjadi isu penting dalam G20. Pada negara-negara berkembang, yang mengarah ke ekonomi maju, penting untuk memperbaiki akses bank.
"Perbaikan akses akan mengurangi tingkat kemiskinan, dengan adanya perbaikan informasi keuangan serta kredit. Tema besar ini tidak hanya concern kita (Indonesia), tapi global," ucap Muliaman.
Edukasi dan pengenalan kepada masyarakat akan produk bank hingga kini dianggap kurang, sehingga perbaikan akses tidak terjadi. "Ini karena edukasi kurang. Kita akan edukasi ini dengan MoU dengan Mendiknas. Berupa kurikulum pengajaran di tingkat dasar sampai dengan menengah, berupa aspek finansial," tegasnya.
(wep/ang)











































