Wapres Boediono Kaget dengar Budi Rochadi Meninggal

Wapres Boediono Kaget dengar Budi Rochadi Meninggal

- detikFinance
Senin, 11 Jul 2011 15:29 WIB
Wapres Boediono Kaget dengar Budi Rochadi Meninggal
Mataram - Kabar meninggalnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Rochadi sampai ke telinga Wakil Presiden Boediono yang sedang melakukan kunjungan kerja di Mataram. Boediono merasa kehilangan salah satu rekannya.

"Kita kehilangan seorang yang pengalamannya sangat panjang. Beliau adalah pejabat karir di BI. Saya kaget dan teman-teman di BI juga sangat kehilangan. Beliau bidangnya perbankan," tutur Boediono saat ditemui di Hotel De Santosa, Mataram, Senin (11/7/2011).

Boediono mengungkapkan rasa bela sungkawanya kepada keluarga Budi Rochadi dan dia mengenang secara khusus sosok Budi Rochadi sebagai sosok pekerja keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita doakan perjalanannya menghadap Allah SWT bisa lancar, dan keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan," imbuh mantan Gubernur BI ini.

Dalam pertemuan tersebut, Boediono mengatakan dia sudah sering bersama-sama dengan Budi Rochadi sejak 1990-an. "Sementara kenangan secara khusus adalah kita di masa-masa yang sulit itu (krisis) sama-sama tidak tidur. Beliau pekerja keras, selalu ada, lembur, dan sebagainya," tutur Boediono.

Kapan terakhir bertemu Budi Rochadi? "Dua minggu kemarin kita bicara redenominasi. Tapi kita masih bahas itu. Itu yang terakhir saya kira," tukas Boediono.

Budi Rochadi meninggal dunia pada Minggu, 10 Juli 2011 pukul 18.30 waktu New York atau Senin, 11 Juli 2011 pukul 06.30 WIB. Budi meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi. Budi di AS saat bertugas mengikuti Bank Notes Conference.

Masa jabatan Budi Rochadi akan habis masa jabatannya tahun ini. Pria kelahiran Solo, 24 Maret 1951 ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, tahun 1975. Ia memperoleh gelar MA dalam bidang Ekonomi di Michigan State University, Amerika Serikat.

Karirnya di BI dimulai pada 1975. Budi pernah menjabat Pemimpin Bank Indonesia Semarang, Pemimpin Bank Indonesia Medan, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo. Terakhir, beliau menjabat sebagai Direktur Senior Pengawasan Bank.

Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.69/P Tahun 2006 dan dilantik pada 11 Januari 2007.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads