Credit Suisse dalam pernyataannya menyatkan telah menerima sebuah surat dari Departemen Kehakiman AS yang menyatakan akan melakukan investigasi soal penghindaran pajak warga AS.
Sebelumnya, empat bankir dan mantan bankir Credit Suisse ditangkap pada Februari lalu karena membantu warga AS menghindari pembayarakan pajaknya. Pihak Credit Suisse mengaku akan bekerjasama dengan AS untuk penyelidikan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/7/2011), Credit Suisse menyatakan siap bekerjasama sesuai dengan hukum yang berlaku di Swiss.
Dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah AS menekan beberapa bank internasional untuk membantu memerangi mereka yang menghindari pajak. Departemen Kehakiman AS sebelumnya juga mengincar bank Swiss lainnya yakni UBS.
Amerika mengancam UBS dengan gugatan hukum jika tidak menyerahkan rincian dari 4.450 nasabahnya yang dicurigai menghindari pajak.
Setelah bertahun-tahun tekanan dari Amerika Serikat, Juni tahun lalu parlemen Swiss mengesahkan legislasi yang mengizinkan bank-bank negara itu berbagi rincian nasabahnya kepada pihak pajak Amerika.
UBS akhirnya membayar denda US$ 780 juta namun yang lebih penting lagi legislasi baru itu mengakhiri kerahasiaan bank Swiss yang terkenal pada 2009. Di 2010 juga UBS setuju menyerahkan data-data tersebut.
Awal tahun ini, pihak berwenang Amerika mengatakan mereka menyelidiki peran bank HSBC dari Inggris yang membantu warga India yang tinggal di Amerika untuk menghindari pajak.
(dnl/dnl)










































