Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo ketika ditemui disela acara Dalang Bocah menyambut Ulang Tahun Museum BI ke-2 di Museum BI, Kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (21/7/2011).
"Media wayang digunakan untuk sosialisasi uang palsu didaerah. Karena uang palsu cukup tinggi di Jawa," kata Ardhayadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diantaranya di Boyolali, Surabaya dan daerah di pulau Jawa. Media ini sangat efektif karena masyarakat tertarik sekali melihatnya," paparnya.
Ia menambahkan, peredaran uang palsu masih ditemukan walau intensitas jumlahnya terus menurun. Uang palsu yang sering dipalsukan adalah pecahan Rp 100.000.
Seperti diketahui, peredaran uang palsu di Indonesia kembali meningkat. BI menemukan, dalam 1 juta bilyet uang asli terdapat 3 lembar uang palsu selama kuartal I-2011. Padahal per Februari 2011 kemarin bank sentral hanya menemukan 2 lembar uang palsu dalam 1 juta bilyet uang asli.
Dalam Temuan Uang Palsu Statistik Sistem Pembayaran, data bank sentral mengungkapkan pecahan yang paling banyak dipalsukan yakni Rp 100.000 yakni mencapai 58,5%. Diikuti oleh pecahan Rp 50.000 yang mencapai 33,2% dan ditempat ketiga diduduki pecahan Rp 5.000 yang sekitar 3,8%.
Dari daerah peredarannya, Kantor Bank Indonesia (KBI) cabang Surabaya yang paling banyak mengumpulkan uang palsu dimana mencapai 54,7%. Kemudian diikuti oleh Kantor Pusat BI di Jakarta yang mencapai 21,8%.
Unit Khusus Pelestarian Uang dan Bank
Pada kesempatan yang sama, Ardhayadi mengatakan bank sentral akan membentuk unit khusus pengembangan herritage BI. Herritage seperti museum dan uang kuno sangat digemari oleh masyarakat.
"BI mempunyai 13 herritage seperti museum di seluruh Indonesia. Nah ini terus dilestarikan dengan nantinya oleh unit khusus pengembangan dalam satu manajemen," kata Ardhayadi.
Ditempat yang sama Deputi Direktur Unit Khusus Museum BI (UKMBI) Poernomo, mengatakan jumlah pengunjung museum BI di Jakarta sendiri terus meningkat.
"Akhir Juli mencapai 112.000 orang. Tahun lalu saja mencapai 150.000 orang," tuturnya.
Menurut Poernomo renovasi dan perbaikan di beberapa museum BI akan terus dilakukan guna melestarikan budaya warisan sejarah.
(dru/qom)











































