TKI akan Diberi Pendidikan Perencanaan Keuangan

TKI akan Diberi Pendidikan Perencanaan Keuangan

- detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 10:02 WIB
TKI akan Diberi Pendidikan Perencanaan Keuangan
Jakarta - Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan diberi pendidikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam merencanakan keuangan. Hal itu dimaksudkan agar para TKI mampu mengelola dananya plus memilih produk investasi sesuai kebutuhannya.

Untuk pelatihan tersebut, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menggandeng Bank Indonesia (BI) dalam menyelenggarakan edukasi keuangan dalam rangka pemberdayaan TKI. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Gubernur BI Darmin Nasution.

Menakertrans Muhaimin Iskandar mengungkapkan kesepakatan ini dimaksudkan untuk mensinergikan potensi yang dimiliki Kemenakertrans dan BI dalam menyelenggarakan edukasi keuangan dalam rangka pemberdayaan TKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya perlu dilakukan melalui edukasi keuangan guna meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan perencanaan keuangan serta pemanfaatan produk atau jasa keuangan dan perbankan secara bijaksana," ujar Muhaimin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/8/2011).

Muhaimin menambahkan dengan edukasi keuangan yang baik maka para TKI yang bekerja diluar negeri dapat memanfaatkan kesejahteraan TKI dan keluarganya melalui perencanaan keuangan dan pilihan produk serta jasa keuangan sesuai kebutuhannya.

"Para TKI beserta keluarganya harus paham, mengerti dan dapat melaksanakan perencanaan keuangan dan dapat memilihi produk/jasa keuangan yang ditawarkan pihak perbankan, sehingga para TKI dan keluarganya dapat bisa terbiasa dalam mengelola tabungan, pinjaman kredit ataupun remitansi," tuturnya.

Lebih jauh Muhaimin menambahkan pemahaman dan kesadaran TKI dalam bidang perbankan perlu ditingkatkan sehingga sebagai konsumen produk dan jasa keuangan mengerti akan hak dan kewajiban serta manfaat, risiko dan biaya perbankan.

"Sehingga lebih sadar dan berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan," jelasnya.

Ditempat yang sama, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan TKI menjadi salah satu target implementasi keuangan karena jumlahnya yang signifikan dan semakin meningkat.

"Edukasi kepada mereka harus terus dilakukan, agar devisa yang disumbangkan TKI kepada perekonomian Indonesia dapat lebih optimal," ungkapnya.

Dijelaskan Darmin potensi devisa TKI per Juni 2011 berjumlah 44.241 terlihat dari remitansi posisi bulan Mei 2011 mencapai US$ 559,36 juta.

"TKI paling banyak di Asia 57,5% terutama di Malaysia. Dan Timur Tengah dan Afrika mencapai 40,3% khususnya Arab Saudi," katanya.

Lebih jauh Darmin mengatakan peningkatan kesadaran TKI akan aspek kehati-hatian dalam melakukan transaksi keuangan memang penting sehingga keamanan dan kenyamanan bertransaksi tetap terjaga.

"Selain itu pemanfaatan produk dan jasa keuangan khususnya perbankan yang optimal dapat mendorong pengelolaan keuangan yang lebih efisian bagi para TKI," tukasnya.

(dru/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads