BI berpendapat animo masyarakat untuk menukarkan uangnya tahun ini cukup tinggi dengan didukung keuangan yang stabil.
Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmodjo ketika ditemui di lokasi penukaran uang receh di IRTI Monas, Senin (15/8/20111).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini berarti permintaan masyarakat dan kecenderungan untuk menukarkan uangnya cukup tinggi. Dengan ekonomi yang stabil, masyarakat juga cukup antusias," imbuh Deputi yang merangkap jabatan Pengedaran Uang ini.
Dijelaskan Ardhayadi, masyarakat menukarkan uangnya lebih banyak di pecahan Rp 10.000 ke bawah. Bank sentral mengimbau kepada masyarakat untuk mencegah peredaran uang palsu maka masyarakat seharusnya menukarkan uangnya di tempat resmi yang disediakan BI atau bank.
"Hati-hati dalam menerima uang palsu. Per Juni uang palsu ditemukan 6 lembar dari 1 juta lembar uang asli jadi menukarkannya di tempat resmi saja," kata Dia.
Seperti diketahui, BI menyiapkan uang tunai pecahan kecil menyambut bulan Ramadan 1432 H sebesar Rp 7,1 triliun. Uang pecahan kecil tersebut terdiri dari Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, Rp 1.000 dan uang logam.
Bank sentral telah menyiapkan stok uang sebesar Rp 61,36 triliun untuk membantu likuiditas selama bulan Ramadan 2011. Jumlah tersebut meningkat 12% dibanding bulan Ramdan tahun 2010 sebesar Rp 54,78 triliun.
Dari Rp 61,36 triliun likuiditas yang disiapkan untuk menghadapi persediaan selama Ramadan, sebanyak Rp 54,26 triliun merupakan uang pecahan besar yakni pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000.
(dru/dnl)











































