Demikian dikutip detikFinance dari Data Perkembangan Transaksi Sistem Pembayaran yang disampaikan Tim Perizinan dan Informasi Sistem Pembayaran Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI di Jakarta, Minggu (21/8/2011).
Bank sentral mengungkapkan per Desember 2010 jumlah pengguna e-money tercatat sebanyak 7,91 juta lebih. Namun per Juni 2011 jumlah tersebut meningkat 2,87 juta menjadi 10,71 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uang elektronik atau e-money saat ini baru diterbitkan oleh 10 penerbit yang terdiri dari 1 Bank Pembangunan Daerah (BPD), 5 Bank Umum dan 4 lembaga selain bank.
Adapun ke 10 penerbit tersebut yakni Bank DKI Jakarta (Jak Card), Bank Central Asia Tbk (Flazz), Bank Mandiri (Persero) Tbk (Indomaret Card, Gaz card dan E-Toll Card), Bank Mega Tbk (Studio Pass Card dan Smart Card), Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Java Jazz Card dan Kartuku), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRIZZI), PT. Indosat (Dompetku), PT. Skye Sab Indonesia (Skye Card), PT. Telekomunikasi Indonesia (Flexy Cash dan i-Vas Card), PT. Telekomunikasi Selular (T-Cash).
BI melihat pola peningkatan penggunaan account based card juga dapat menunjukkan perkembangan tingkat kesadaran masyarakat akan instrumen pembayaran non tunai, atau dengan kata lain dapat menunjukkan perkembangan lesscash society termasuk penggunaan e-money.
Selama tahun 2010, BI mencatat total account based card yang beredar mencapai 51 juta kartu. Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat 14,2% dari 44,5 juta kartu. Dari jumlah tersebut 94,6% merupakan kartu ATM yang sekaligus dapat digunakan sebagai kartu debet (kartu ATM/Debet), yang diterbitkan oleh 46 bank.
(dru/dru)











































