Analis Bank Danamon Anton Gunawan menilai Kredit Tanpa Agunan (KTA) di bank asing berisiko menimbulkan penggelembungan (bubble) ketimbang kredit otomotif yang semakin diwaspadai dewasa ini.
Menurutnya, kredit yang memiliki agunan jauh lebih aman, seperti kredit otomotif maupun properti di Indonesia seperti sekarang ini.
"(Kredit) otomotif itu walaupun mungkin berisiko kan bisa di-repo. Lelang jual kembali ada nilainya meski menyusut," katanya kepada detikFinance, Selasa (13/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, masalahnya NPL timbul di bank asing itu masalah KTA itu yang harus diperhatikan. Untuk bubble otomotif justru masih rendah," ujarnya.
Ia juga menyambut baik rencana perusahaan multifinance dan bank yang sudah mulai menaikkan uang muka kredit otomotifnya menjadi minimal 20% lebih. Lebih tinggi daripada sebelumnya yang hanya 10%. Hal ini diyakini bisa menahan terjadinya bubble.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memang mewanti-wanti terjadinya bubble di sektor otomotif dan properti. Bank sentral melihat pertumbuhan industri otomotif yang kian besar berpotensi terjadi gelembung ekonomi yang sewaktu-waktu bisa pecah. (ang/dnl)











































