"Cabang Shanghai, November akan buka cabang. Sebelum akhir tahun ini sudah bisa," kata Direktur Finance & Strategy BMRI, Pahal Mansury di Jakarta, Kamis (6/10/2011).
Langkah yang sedikit terhambat terjadi di Malaysia. Perseroan masih bernegosiasi dengan bank sentral Malaysia, khususnya pada penyesuaian modal awal US$ 100 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Zulkifli Zaini Direktur Utama BMRI menyebutkan bahwa agak sulit bagi perseroan untuk masuk di kawasan ASEAN karean regulasi yang ketat dari bank sentral masing-masinf negara.
"Kita akan sulit jadi regional champion di ASEAN, karena setengah ditutup regulasinya. Di Malaysia, kepemilikan asing maksimal 30%," tuturnya.
Sampai akhir triwulan III, perseroan optimis kredit konsolidasi tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian ia enggan menyebutkan detail pencapaian kredit, karena laporan audit belum tuntas dilakukan.
"Kondisi saham volatilitas, namun di triwulan III pertumbuhan kredit terjadi 25% bank only, sedangkan konsolidasi biasa selisih 2% lebih besar," papanya.
Perseroan dalam menghadapi potensi krisis dunia, juga telah menyiapkan early warning system berupa rasio NPL. Saat rasio NPL mencapai 3%, maka perseroan akan mengetatkan kredit dan memonitoring setiap gerak pembiayaan, khususnya pada bidang manufaktur dan power plan.
Namun hingga triwulan II-2011 perseroan mencatat kualitas aset produktif masih berada di level aman 0,58%.
(wep/ang)











































