Bank Permata Lebih Baik Dijual ke Investor Lokal
Rabu, 14 Jul 2004 14:45 WIB
Jakarta - Pemerintah diharapkan memberi kesempatan kepada investor lokal dalam divestasi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Prioritas terhadap investor lokal itu juga membantu mempercepat proses Arsiktektur Perbankan Indonesia (API)."Beri kesempatan kepada bank-bank lokal dibawah bank asing pun kontribusinya biasa-biasa saja. Kita lihat perkembangan Bank Danamon, BCA itu sejalan (inline) dengan perkembangan industri bank nasional jadi bukan karena mereka (asing) bagus," kata analis perbankan dari BNI Securities, Fendi Susianto dikantornya, Rabu,(14/7/2004).Saat ini kata Fendi, sudah ada bank-bank lokal yang mempunyai kinerja yang bagus seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dimana jika bank-bank tersebut ikut dalam divestasi dalam perhitungan bisnis akan terjadi diversifikasi produk karena selama ini Bank Permata kuat di sektor consummer dan ritel.Namun bank-bank lokal menghadapi kendala berupa ancaman Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dari bank Indonesia (BI) jika ikut dalam divestasi Bank Permata. Maka itu kata Fendi, sangat bagus jika ada peserta tender Bank Permata yang membentuk konsorsium untuk ikut dalam divestasi itu.Seperti BCA kata Fendi, yang saat ini menjadi salah satu peserta tender, hanya memiliki modal sebesar Rp 13 triliun, dimana batas BMPK sebesar 10 persen hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 1,3 triliun. "Jika 51 persen saham Bank Permata sebesar Rp 1,56 triliun, maka dibutuhkan konsorsium yang anggotanya tidak harus bank-bank asing, walaupun sekarang belum bisa mayoritas tapi punya kesempatan kedepan seperti merger," katanya.Keikutsertaan bank lokal dalam divestasi Bank Permata juga menurut Fendi,bisa mempercepat proses Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Sedangkan investor asing yang dulu membeli BCA, Bank Danamon dan Bank Niaga yang sudah balik modal dari kenaikan saham (gain) maupun dividen. "Jadi kenapa tidak diberi alternatif kepada bank lokal dulu sekarang, dengan membentuk konsorisum mereka akan semakin mudah diawasi karena tidak dominan dan untuk menerapkan good corporate governance," katanya.Fendi menilai, kinerja Bank Permata dari kuartal ke kuartal semakin meningkat. Diperkirakan pada tahun kinerja bank ini akan semakin meningkat dan tidak tertutup kemungkinan price book to value mencapai 2 kali dari saat ini sebesar 1,8 kali. Maka itu Fendi menilai, jika pemerintah tidak terlalu mendesak, saham Bank Permata jangan dijual terburu-buru lebih baik tahun depan.
(qom/)











































