Pemerintah Gencar Jualan Surat Utang di Awal 2012

Pemerintah Gencar Jualan Surat Utang di Awal 2012

- detikFinance
Kamis, 15 Des 2011 14:12 WIB
Pemerintah Gencar Jualan Surat Utang di Awal 2012
Jakarta - Tahun depan, pemerintah berencana menjual surat utang senilai Rp 240 triliun tahun depan. Dari jumlah ini sekitar 55-60% bakal diterbitkan di semester satu.

Demikian disampaikan Direktur Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

"Mungkin sekitar 55%-60% pada semester I," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat menyatakan pihaknya tetap menerapkan strategi tersebut mengingat kondisi pasar pada tahun 2012 tidak sebaik tahun ini.

"Jadi front loading strategy itu masih akan kita terapkan apalagi tahun depan itu kan kondisi pasar akibat krisis di Eropa terutama, kondisi pasar kan mungkin tidak sebaik tahun 2011 ini. Jadi semakin cepat kita mendapatkan target atau merealisasikan target penerbitan itu semakin baik. karena kita tidak bisa memprediksi kondisi pasar pada pertengahan 2012," ujarnya.

Dari surat utang Rp 240 triliun tersebut, sekitar 75-80% akan diterbitkan di dalam negeri, dan sisanya diterbitkan ke luar negeri dalam denominasi valas.

"Kita belum ada rencana untuk menerbitkan surat berharga dalam valas di pasar domestik. tapi kita akan tetap terbitkan di pasar internasional, ya untuk misalnya global sukuk, kemungkinan juga samurai dan juga global bond," ujarnya.

Rahmat menyatakan pihaknya akan tetap mempertimbangkan harga dan yield dengan kondisi pasar sehingga tidak hanya jumlah yang ditentukan.

"Jadi kita lebih baik melakukan front loading untuk tahun 2012. Artinya di dalam semester I-2012 kita akan menerbitkan cukup banyak, tapi juga kita harus pertimbangkan yield yang harus kita bayar. Jadi kita tidak hanya memepertimbangkan jumlahnya tapi juga harga dan yield dari SBN (surat berharga negara). harus sesuai dengan benchmark atau target," pungkasnya.

Total utang pemerintah Indonesia hingga November 2011 naik lagi mencapai Rp 1.816,85 triliun atau naik Rp 48,81 triliun dibandingkan Oktober 2011 yang mencapai Rp 1.768,04 triliun.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads