"Selama ini mau masuk jalan tol saja sudah antri. Meski antri tidak boleh panjang. Komitmennya adalah tidak boleh antri, tapi sudah diciptakan e-pass. Problemnya adalah Bank Mandiri menang tender, sehingga tergantung Bank Mandiri," tuturnya di kantornya, Jakarta, Selasa (27/12/2011).
Namun, menurut Dahlan, kepemilikan e-pass oleh pemilik kendaraan masih sangat rendah. Bank Mandiri dituntut untuk melakukan kampanye besar-besaran demi menggenjot sales yang agresif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Bank Mandiri selaku pemenang tender dalam pencetakan e-toll card tidak mampu merealisasikan percepatan kepemilikan, Dahlan ingin agar perbankan lain, khususnya BUMN ikutan.
"Bisa dilakukan dengan bank lain untuk keroyok. Minimal masalah antrian teratasi, meski macet tetap ada. Solusi diselsaikan satu persatu, minimal orang masuk (tol) jangan jengkel," ucap Dahlan.
Bank Mandiri pekan depan, harus melapor kepada Kementerian perihal estimasi jumlah e-toll card yang bisa diakumulasi untuk mengatasi kemacetan di pintu tol.
"Sekarang logika dibalik. Agar pintu tol ga ada antrian panjang, harus berapa ratus ribu orang yang gunakan toll pass? Minggu depan keluar. Selasa depan, mereka akan laporkan rasio, harus berapa?," pungkasnya.
(wep/dru)











































