Khusus infrastruktur jalan tol, perseroan siap mencairkan kredit baru senilai Rp 1 triliun. Pembiayaan diberikan kepada Grup Jasa Marga, melalui anak usahanya PT Marga Sarana Jabar (MSJ), PT Trans Marga Jateng, dan PT Trans Marga Jatim Pasuruan.
Demikian disampaikan Direktur Bisnis Kelembagaan BRI Asmawi Syam di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit infrastruktur BRI sepanjang 2012 akan mendominasi dari total kredit BUMN. Ini sejalan dengan program MP3EI yang digagas pemerintah. Tahun ini, program MP3EI diprediksi akan melahirkan proyek senilai Rp 400 triliun.
"Banyak proyek yang jalan. Digerakkan semua. Selain tol juga ada migas, telekomunikasi, kereta api bandara yang menjadi bagian MP3EI," tuturnya.
"Kereta api bandara, total proyek senilai Rp 2 triliun. Kami siap mendukung Rp 1 triliun. Commuter Line di Kualanamu (Medan) juga, sekitar Rp 300 miliar. Tinggal sedikit lagi," tegas Asmawi.
Dengan rencana ini, perseroan menargetkan outstanding kredit BUMN Rp 60 triliun di 2012. Jumlah ini meningkat tajam dari realisasi outstanding kredit 2011 sebesar Rp 37 triliun. "Di 2011, dari target Rp 59 triliun bisa terealisasi Rp 37 triliun. Tahun depan bisa lebih tinggi dari Rp 60 triliun," imbuhnya.
(wep/dnl)











































