Multifinance Ogah Naikkan DP Kredit Kendaraan Hingga 30%

Multifinance Ogah Naikkan DP Kredit Kendaraan Hingga 30%

- detikFinance
Rabu, 25 Jan 2012 13:32 WIB
Multifinance Ogah Naikkan DP Kredit Kendaraan Hingga 30%
Jakarta - Perusahaan pembiayaan (multifinance) bersikeras tidak ingin mengikuti industri perbankan untuk menaikkan uang muka alias down payment (DP) kredit motor maupun mobil hingga 30%. Pasalnya, pembelian kendaraan melalui multifinance tidak akan diminati jikalau DP cukup tinggi.

"Idealnya itu untuk mobil 20% dan untuk motor 10%," kata Sekjen Asosisasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Roni Haslim ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Dirut BCA Finance ini mengungkapkan penjualan sudah pasti akan menurun jika DP dinaikkan hingga 30%. "Kalau dipatok minimal 30% ya akan mempengaruhi penjualan. Saat ini penjualan multifinance terus tumbuh mengikuti pertumbuhan produksi mobil dan motor," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah menetapkan angka pasti untuk DP kredit otomotif bagi bank. Bank sentral mengharapkan industri multifinance dapat seragam dalam menentukan besaran DP yakni diatas 30%.

"Loan to Value (LTV), tinggal tunggu dari Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Kita sudah kasih kajian ke sana untuk menaikkan DP," ungkap Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis.

Bank sentral dan Bapepam-LK telah melakukan koordinasi, namun belum menghasilkan keputusan karena memiliki kajiannya masing-masing.

Bapepam-LK menyatakan pembahasan uang muka atau down payment minimum bagi industri multifinance akan dirumuskan dalam bentuk Peraturan Kementerian Keuangan, yang rencananya dirilis pada triwulan satu 2012.

"Nanti yang menentukan LTV itu bentuknya adala Peraturan Kementerian Keuangan jadi ini sedang dibahas di internal Kementerian Keuangan. Kita upayakan itu di triwulan satu 2012 ini, bahkan mungkin lebih awal lebih baik," ujar Kepala Bapepam-LK Nurhaida di Gedung DPR kemarin.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads