Beli Bank Mutiara, Yawadwipa Ingin Ngekor Kesuksesan Djarum di BCA

Beli Bank Mutiara, Yawadwipa Ingin Ngekor Kesuksesan Djarum di BCA

- detikFinance
Senin, 06 Feb 2012 18:52 WIB
Beli Bank Mutiara, Yawadwipa Ingin Ngekor Kesuksesan Djarum di BCA
Jakarta - Perusahaan bernama Yawadwipa Companies tiba-tiba mengumumkan rencananya membeli Bank Mutiara (eks Bank Century) senilai Rp 6,7 triliun atau US$ 750 juta. Yawadwipa mengaku bermimpi ingin menyamai kesuksesan Farallon Capital dan Grup Djarum membeli Bank Central Asia (BCA).

Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Yawadwipa C. Christopher Holm dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (6/2/2012).

"Di 2001 konsorsium private equity Farallon Capital dan partnernya Grup Djarum sukses mengakuisisi BCA dari pemerintah. Saat ini BCA berkembang menjadi bank yang bernilai tinggi di Indonesia. Konsisten dengan pengalaman BCA, Yawadwipa akan tertarik dengan Bank Murtiara," kata Holm.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Holm mengatakan pihaknya beripaya untuk menjadikan Bank Mutiara sebagai bank besar. Karena itu saat ini Yawadwipa siap mengikuti proses pembelian Bank Mutiara yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) selaku pemilik Bank Mutiara saat ini.

"Merupakan harapan Yawadwipa untuk mengubah masalah yang terus datang dari publik dapat digantikan oleh berita positif dari transaksi Mutiara yang menguntungkan lewat pembelian oleh Yawadwipa," ujar Holm.

Holm mengatakan, Yawadwipa tidak memiliki hubungan politis sehingga mau membeli Bank Mutiara saat ini. "Kami ingin LPS bisa menjual Bank Mutiara dalam waktu yang tepat dan menguntungkan tanpa adanya retorika politik," tegas Holm.

Seperti diketahui, LPS menyatakan telah menguasai 99,996% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) melalui bailout senilai Rp 6,7 triliun. Pemegang saham lama terdilusi paksa menjadi hanya sebesar 0,004% dan akan hilang setelah dijual nanti. Setelah LPS berhasil menjual Bank Mutiara dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan, pemilik baru akan mengambil alih 100% saham Bank Mutiara.

Hingga akhir 2011, LPS menyampaikan Bank Mutiara memperolehan laba Rp 291 miliar (unaudited). Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 218 miliar.

Seperti diketahui, Yawadwipa baru saja berdiri awal 2012 dan masih menyusun tim dan dana untuk akuisisi tersebut. Namun sayangnya, tidak disebutkan sumber pendanaan untuk aksi korporasi tersebut.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads