Berdasarkan kelompok bank, penurunan suku bunga deposito 1 bulan terbesar terjadi pada kelompok bank persero sebesar 32 bps. Sementara itu, kelompok bank asing dan campuran kelompok bank swasta dan kelompok BPD masing-masing menurunkan suku bunga deposito 1 bulannya sebesar 19 bps, 15 bps dan 3 bps.
Penurunan suku bunga deposito itu diikuti dengan penurunan suku bunga kredit. Untuk suku bunga kredit, penurunan terbesar terjadi pada kelompok BPD. Sampai dengan Desember 2011, kelompok BPD menurunkan suku bunga KMK, KI dan KK masing-masing sebesar 21 bps, 8 bps dan 12 bps.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, kelompok bank asing dan campuran justru tercatat menaikkan suku bunga KI dan KK-nya masing-masing sebesar 483 bps dan 30 bps.
Hingga Desember 2011, suku bunga kredit tercatat menurun, khususnya suku bunga modal kerja (KMK) dan suku bunga kredit konsumsi (KK). Untuk suku bunga deposito juga tercatat menurun 21 bps dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 6,35%.
"Suku bunga KMK dan KK masing-masing turun menjadi sebesar 12,16%, dan 14,15%. Suku bunga kredit investasi (KI) sedikit mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya sebesar 7 bps menjadi 12,04%," tulis BI dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Jumat (10/2/2012).
Ke depan BI memandang potensi penurunan suku bunga kredit masih cukup besar seiring dengan masih lebarnya selisih (spread) antara suku bunga deposito sebagai biaya dana dengan suku bunga kredit.
Suku bunga industri perbankan terus menurun berbarengan dengan seiring dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan BI Rate di Oktober dan November 2011 sebesar 75 bps. Di awal Februari ini, BI juga menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
(dru/qom)











































