Laba Turun, HSBC Tetap Beri Bonus Rp 82,6 Miliar ke Bosnya

Laba Turun, HSBC Tetap Beri Bonus Rp 82,6 Miliar ke Bosnya

- detikFinance
Selasa, 28 Feb 2012 15:34 WIB
Laba Turun, HSBC Tetap Beri Bonus Rp 82,6 Miliar ke Bosnya
Jakarta - HSBC memberikan bonus dan insentif £5,9 juta atau sekitar Rp 82,6 miliar kepada CEO Stuart Gulliver. Padahal, laba sebelum pajak bank tersebut baru saja menipis 6% di tahun 2011 lalu.

Seperti dilansir dari Financial Times, Selasa (28/2/2012), tingginya utang bank tersebut, yang mencapai US$ 3,9 miliar, menyebabkan laba sebelum pajak turun US$ 1,2 miliar menjadi US$ 17,7 miliar. Tingginya pertumbuhan di negara berkembang terhantam tingginya biaya operasional.

Total biaya operasional naik 10% menjadi U 41,5 miliar. Salah satu penyebabnya adalah biaya tambahan sebesar US$ 1,1 miliar untuk merekrut karyawan baru di negara-negara berkembang, seperti Hong Kong, China dan Brazil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasio biaya operasional terhadap pendapatan perseroan ikut tumbuh, dari 55,2% di 2010 menjadi 57,5% di 2011. Angka tersebut meleset dari perkiraan awal bank tersebut sebesar 48-52%.

Gulliver, yang baru saja menjabat CEO HSBC pada awal 2011 mengatakan, naiknya biaya operasionbal itu akibat adanya biaya tambahan US$ 900 juta setelah menutup beberapa lini bisnis yang lebih lemah.

Ia mengakui, target rasio biaya operasional terhadap pendapatan itu akan sulit dicapai di akhir tahun ini. Gulliver menerima bonus tahunan £2,15 juta 2011, lalu setengah dari US£5,2 juta ia dapatkan setahun sebelumnya saat masih menjabat sebagai kepala divisi investment banking. Ia juga mendapat intensif jangka panjang yang tiga kali lebih besar dari gajinya sebesar US£1,25 juta.

Jika ditotal, Gulliver's mendapatkan total £7,16 juta, lebihr endah dari £8,35 juta tahun 2010 silam. Penurunan bonus itu akibat beberapa target yang meleset, seperti efisiensi biaya dan pertumbuhan laba.
(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads