Seperti dilansir dari Financial Times, Selasa (28/2/2012), tingginya utang bank tersebut, yang mencapai US$ 3,9 miliar, menyebabkan laba sebelum pajak turun US$ 1,2 miliar menjadi US$ 17,7 miliar. Tingginya pertumbuhan di negara berkembang terhantam tingginya biaya operasional.
Total biaya operasional naik 10% menjadi U 41,5 miliar. Salah satu penyebabnya adalah biaya tambahan sebesar US$ 1,1 miliar untuk merekrut karyawan baru di negara-negara berkembang, seperti Hong Kong, China dan Brazil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gulliver, yang baru saja menjabat CEO HSBC pada awal 2011 mengatakan, naiknya biaya operasionbal itu akibat adanya biaya tambahan US$ 900 juta setelah menutup beberapa lini bisnis yang lebih lemah.
Ia mengakui, target rasio biaya operasional terhadap pendapatan itu akan sulit dicapai di akhir tahun ini. Gulliver menerima bonus tahunan £2,15 juta 2011, lalu setengah dari US£5,2 juta ia dapatkan setahun sebelumnya saat masih menjabat sebagai kepala divisi investment banking. Ia juga mendapat intensif jangka panjang yang tiga kali lebih besar dari gajinya sebesar US£1,25 juta.
Jika ditotal, Gulliver's mendapatkan total £7,16 juta, lebihr endah dari £8,35 juta tahun 2010 silam. Penurunan bonus itu akibat beberapa target yang meleset, seperti efisiensi biaya dan pertumbuhan laba.
(ang/dru)











































