"Ya Bapak Presiden telah meminta saya membentuk tim untuk lakukan suatu pembahasan nanti dilaporkan ke Pak Presiden," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/3/2012).
Hatta menyampaikan pesan dari Presiden SBY agar para calon-calon ini perlu diperhatikan kredibilatas dan integritas. Hal ini bisa dilihat melalui data rekam jejaknya di tempatnya bekerja, perbankan, dan lembaga keuangan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak tanggung-tanggung, Hatta menyatakan tim Presiden ini nanti mengajak Badan Intelejen Negara (BIN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna mengetahui rekam jejak tersebut.
"Presiden ingin ada sistem, sistem itu menyangkut kriteria, jadi Presiden tidak mau misalkan walaupun itu kewenangan pribadi presiden, tapi dia tidak mau oh ini saja, oh ini saja, tapi dia menginginkan Menko Perekonomian dan jajaran mengembangkan sistemnya, kemudian kriterianya, kemudian merekomendasikan pada Presiden akhirnya dia yang memutuskannya. Jadi semua harus akuntabel, terukur. Kita juga akan ngecek orang-orang ini di PPATK, di BIN, di perbankan di mana-mana rekam jejak dan sebagainya," tegasnya.
Mengenai komposisi dari 14 calon DK OJK, Hatta tidak menyebutkan secara pasti berapa orang dari perbankan ataupun lembaga keuangan lain dan pemerintah.
"Pokoknya kita mencari 14, nanti DPR menyeleksi menjadi 7," pungkasnya.
Berdasarkan rencana, Presiden harus menyampaikan 14 calon DK OJK kepada DPR pada 5 April mendatang. Kemudian pada tanggal 7 April DPR RI sudah mulai melakukan penyeleksian untuk menetapkan 7 calon DK OJK yang akan disampaikan kembali kepada Presiden pada tanggal 5 Juni.
Menteri Keuangan Agus Marto selaku Ketua Pansel DK OJK mengharapkan sekitar minggu ketiga bulan Juli, Presiden sudah menetapkan ketujuh nama DK OJK.
Berikut 21 nama calon bos OJK yang dikutip detikFinance dari situs resmi Pansel OJK:
- Achjar Iljas
- Firdaus Djaelani
- Hekinus Manao
- I Wayan Agus Mertayasa
- Ilya Avianti
- Isa Rachmatarwata
- Kusumaningtuti Sandriharmy Setiono
- Mulia P Nasution
- Muliaman Darmansyah Hadad
- Nelson Tampubolon
- Ngalim Sawega
- Nurhaida
- Ogi Prastomiyono
- Peter Benyamin Stok
- Purwantari Budiman
- Rahmat Waluyanto
- Rijani Tirtoso
- Riswinandi
- Robinson Simbolon
- Sahala Lumban Gaol
- Yunus Husein











































