"Kami pasang target pada kisaran 20%-22%. Target pertumbuhan tahun lalu 30%. Kalaupun KPR atau KKB ada penurunan, target kami masih bisa tercapai," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja di Jakarta, Kamis (29/3/2012).
Pertumbuhan kredit perseroan tahun 2011 mencapai 31,14% hingga Rp 202,3 triliun dari periode sebelumnya Rp 153,9 triliun. Kredit konsumer menjadi pendorong bisnis perseroan tahun 2011. Kredit konsumer perseroan mengalami pertumbuhan 37,6% menjadi Rp 50,3 triliun, utamanya didapat dari portofolio KPR Rp 28 triliun. Kemudian KKB Rp 17,6 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pencapaian kredit ini berdampak pada laba bersih perseroan yang tumbuh 27,6% menjadi Rp 10,8 triliun dari periode sebelumnya Rp 8,4 triliun.
Pendapatan bunga bersih juga naik 18% menjadi Rp 24 triliun dibanding periode yang sama 2010. Dana pihak ketiga juga meningkat 16,5% menjadi Rp 323,4 triliun. DPK dari tabungan mencapai Rp 172,99 triliun, kemudian disusul deposito dan time deposit masing-masing Rp 76 triliun dan Rp 74,41 triliun.
Sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 12,7%, turun tipis dari periode 2010 Rp 13,5%. Rasio Kredit terhadap Pendanaan (LDR) 61,7%, naik dari tahun 2010 55,2%. Rasio kredit bermasalah (NPL) net 0,2% atau setera dari periode 2010.
(wep/dru)











































