Demikian disampaikan oleh Ketua Komisioner LPS Heru Budiargo usai menghadiri penandatanganan kerjasama jaringan PT Bank Mutiara Tbk dan PT Rintis Sejahtera di Kantor Pusat Bank Mutiara, Senin (2/4/2012).
"Ada 10-an dan itu campur (asing dan lokal), kurang lebih 50:50. Nanti akhir April baru kita umumkan peminat. Baru kemudian ke tahap berikutnya," kata Heru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pendaftar dari investor lokal dari perbankan BUMN yangberminat menjadi investor Bank Mutiara, Heru enggan berkomentar lebih jauh.
"Saya belum bisa beri komentar. Belum selesai, nanti kita umumkan akhir April. Setelah selesai daftar kemudian peminat," tegasnya.
Sebelumnya, LPS pada 2008 melakukan penyelamatan Bank century yang sekarang bernama Bank Mutiara dengan memberikan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun.
Secara terpisah Dirut Bank Mutiara Maryono. Total aset Bank Mutiara terus mengalami peningkatan sejak ditangani Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di 2008. Dirut Bank Mutiara Maryono mengungkapkan aset eks Bank Century ini telah mencapai Rp 13,3 triliun.
"Saat ini sahamnya 99 % dimiliki oleh pemerintah (LPS). Terjadi peningkatan aset menjadi Rp 13,3 triliun dan NPL (kredit bermasalah) pada Desember 2008 sebesar 10,4% sekarang turun jadi 3,9 %," kata Maryono.
(feb/dnl)











































