Burhanuddin: BI Mungkin Kembali Naikkan Suku Bunga SBI
Selasa, 10 Agu 2004 10:26 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menegaskan BI kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga SBI pada lelang mendatang dalam rangka mengantisipasi kenaikan suku bunga AS yang akan diumumkan nanti malam. "Kita tetap melihat perkembangan disana (The Fed). Respon kita apakah menaikkan suku bunga atau mop up likuiditas tergantung bagaimana pasar menyikapinya," kata Burhanuddin dalam pembukaan perdagangan saham di lantai Bursa Efek Jakarta, Selasa (10/8/2004) dalam rangka ulang tahun ke-27 diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia.Dia menjelaskan pada rapat Dewan Gubernur pagi ini, BI akan membahas sejumlah kebijakan moneter dengan memperhatikan perkembangan dari dalam maupun luar negeri. Perkembangan yang akan diperhatikan, pertama, harga minyak dunia yang masih tetap tinggi dan memberi dampak yang sangat signfikan pada tingkat inflasi. Kedua, ekspektasi masyarakat internasional terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Ketiga, perkembangan dari dalam negeri. "Event di dalam negeri sudah turut menggairahkan dalam tanda petik dalam perkembangan ini. dengan catatan tersebut, kelihatannya beberapa bulan ke depan kita akan berusaha menyerap kelebihan likuiditas di pasar dengan operasi moneter," katanya. Dia menegaskan penyerapan likuiditas itu tidak selalu berarti dengan kenaikan suku bunga. Pasalnya BI masih bisa menyerap melalui mop up likuiditas. "Tapi opsi kenaikan suku bunga masih terbuka karena stabilitas tidak bisa dikorbankan," tegasnya. Burhanuddin juga mengimbau agar pasar modal semakin berkembang agar menjadi sumber pembiayaan bagi perusahaan. "Selama ini perusahaan-perusahaan kita lebih mengandalkan perbankan dibandingkan pasar modal," demikian Burhanuddin Abdullah.
(nit/)











































