Bank Mandiri Minta Penyertaan di BSM dan MS Tak Dihitung

Bank Mandiri Minta Penyertaan di BSM dan MS Tak Dihitung

- detikFinance
Rabu, 11 Agu 2004 12:57 WIB
Jakarta - Bank Mandiri meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak menghitung investasi Bank Mandiri ke Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Mandiri Sekuritas sebagai penyertaan modal. Permintaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Bank Mandiri dalam mengikuti divestasi Bank Permata.Permintaan itu disampaikan Direktur Bank Mandiri, Nimrod Sitorus, usai peresmian Program Sertifikasi Pengawas Bank di gedung BI, Jakarta, Rabu (11/8/2004).Menurut Nimrod, kemampuan pendanaan Bank Mandiri dalam mengikuti divestasi Bank Permata sangat tergantung surat izin BI. Pasalnya, jika dihitung dari ekuitas Bank Mandiri yang saat ini mencapai Rp 22 triliun, maka kemampuan Bank Mandiri untuk mengikuti divestasi berdasarkan ketentuan sebesar 10 persen dari ekuitas yakni Rp 2,2 triliun.Ia menegaskan, jika investasi Bank Mandiri ke BSM dan Mandiri Sekuritas tidak dihitung sebagai penyertaan modal, maka Bank Mandiri bisa membeli Bank Permata tanpa membentuk konsorsium. Sejauh ini, Bank Mandiri telah menjajaki kemungkinan pembentukan konsorsium dengan menggandeng PT Jamsostek."Tapi sejauh ini belum ada keputusan, jadi menawar Bank Permata atau tidak? Kita juga belum berbicara secara detil dengan Jamsostek. Arahnya nanti setelah kita kuasai, ya akan kita merger," tutur Nimrod.Saat disinggung apakah Bank Mandiri bisa menjadi bank internasional pada tahun 2007 setelah mengakuisisi Bank Permata, menurut Nimrod, dipastikan belum bisa dilakukan. Alasannya, ekuitas Bank Mandiri saat ini baru Rp 22 triliun, sementara untuk menjadi bank internasional harus memiliki ekuitas Rp 50 triliun."Arahnya memang ke sana, tapi belum tentu tahun-tahun itu. Ini bagian dari unorganic growth kita," demikian Nimrod Sitorus. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads