"Kami telah merubah nama bank menjadi Bank Sahabat Sampoerna per Februari 2012 lalu untuk menambah daya saing Bank di industri perbankan nasional," ungkap Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna, Indra W Supriadi di Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Indra menuturkan Grup Sampoerna ingin memberikan kontribusi konkrit dalam memajukan sektor mikro dan UKM di Indonesia dalam membantu skala bisnis usahawan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga untuk melengkapi pelayanan kepada usahawan di segmen tersebut, pada bulan Mei 2011 Group Sampoerna telah mengakuisisi 85% aset Bank Dipo," ujar Indra.
Lebih lanjut Indra menuturkan walaupun belum berumur setahun, Bank Sahabat Sampoerna mengalami peningkatan aset sebesar 35% menjadi Rp 1,1 triliun dari Rp 798 miliar pada periode yang sama tahun 2010, dan juga dana masyarakat melonjak 31% menjadi Rp 811 miliar.
"Group Sampoerna telah menyuntikan modal sebesar Rp 100 miliar di akhir 2011, sehingga CAR naik menjadi 36,5%," lanjutnya.
Dia pun menuturkan optimis untuk senantiasa membangun kepercayaan stake holder karena mengingat Bank Sahabat Sampoerna ini relatif baru dan tingkat kesulitan untuk bersaing di dunia perbankan di Indonesia yang kompetitif.
"Bagaimana membangun kepercayaan para stakeholders menjadi target utama kami," ujarnya.
Fokus Bank ini menurut Indra akan banyak berkontribusi secara signifikan di sektor Mikro dan UKM.
"Sesuai dengan filosofi kami, memberdayakan dan mensejahterakan," tutupnya.
Sampoerna Investama merupakan perusahaan yang didirikan oleh Putera Sampoerna. Kini perusahaan tersebut dipimpin oleh Michael Sampoerna, anak dari Putera Sampoerna.
(zul/dru)











































