Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam siaran persnya, Rabu (9/5/2012).
"Memasuki April 2012, ekspansi KUR perseroan tidak mengendor, akibatnya KUR BRI tembus Rp 44,9 triliun dengan total nasabah sekitar 5,8 juta. Dan dari total realisasi di atas, non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah KUR BRI hanya sebesar 2,78% atau jauh dibawah rasio yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 5%," papar Ali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aplikasi ini dapat diimplementasikan di seluruh Unit Kerja (Uker) BRI, sehingga proses pengelolaan penjaminan, klaim, pelaporan Β sampai dengan collecting data, untuk penentuan kebijakan dapat dilakukan secara cepat dan akurat," terang Ali.
Dia mengatakan, kerjasama pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk pelaksanaan penjaminan KUR ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Penjaminan KUR yang sudah diteken antara BRI dengan Perum Jamkrindo dan PT Askrindo (Persero) Tahun 2010 yang lalu.
Ali mengatakan, layanan TI terintegrasi ini sangat penting sebab adanya selisih waktu penjaminan KUR, pengawasan terhadap timbulnya hak klaim kurang optimal.
"Kebutuhan data secara nasional belum akurat. Rekonsiliasi dan monitoring sangat sulit dilakukan. Informasi penggunaan dan kinerja rekanan asuransi masih dilakukan manual. Laporan dari unit kerja dilakukan secara manual juga. Sebab itu layanan ini penting," pungkas Ali.
Selanjutnya, manfaat dari aplikasi ini adalah memudahkan monitoring penjaminan KUR seperti pengajuan penjaminan KUR (kredit baru), pengajuan endorsement KUR (suplesi/perpanjangan/restrukturisasi), dan pembatalan pengajuan penjaminan.
Terkait monitoring klaim juga dapat membantu pengajuan dan pembayaran klaim, reminder jatuh tempo klaim (Kadaluarsa), laporan penjaminan jatuh tempo, laporan klaim dalam proses, laporan klaim ditolak serta penatakerjaan recoveries dan subrogasi.
"Aplikasi ini telah diimplementasikan di seluruh unit kerja BRI , digunakan untuk permintaan penjaminan KUR mulai realisasi bulan April 2012," tutup Ali.
(dru/dnl)











































