Tadinya pemerintah Spanyol akan mengucurkan dana bantuan publik 4,47 miliar euro (Rp 53,64 triliun) untuk Bankia. Namun kucuran dana tersebut diubah menjadi pembelian 45% saham biasa Bankia.
Bank of Spain mengatakan itu adalah pilihan terbaik yang bisa diambil untuk menguatkan finansial Bankia dan BFA sebagai induk perusahaan. “Ini langkah pertama yang amat penting untuk memastikan solvabilitas, ketenangan deposan dan menghilangkan keraguan tentang kebutuhan modal entitas,” kata kementerian ekonomi Spanyol, dikutip dari CNN (10/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum nasionalisasi sebagian itu diumumkan, Perdana Menteri Mariano Rajoy meyakinkan deposan Bankia kalau pemerintah akan menyokong penuh dan menjamin kestabilan seluruh sistem Bankia. Bank of Spain mengatakan, mereka masih harus menyetujui konversi yang juga perlu dinilai bersama otoritas lainnya.
Pasca pengunduran diri Executive Chairman Bankia Rodrigo Rato, ekuitas Spanyol merosot 2,8% mendekati level terendah sejak Oktober 2003. Saham Bankia juga merosot sebanyak 5,8%. Imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah yang punya hubungan terbalik dengan harga, melonjak 6% mendekati level yang dianggap tidak berkelanjutan oleh pasar.
Guncangan pasar juga tetap terjadi meski Goirigolzzari yang mantan Chief Executive bank kompetitor BBVA sudah ditunjuk sebagai bos baru Bankia dan pemerintah berjanji akan mengucurkan dana bantuan bagi bank bermasalah itu.
Jumat lalu, pemerintah minta Bankia supaya menyisihkan 30 miliar euro modal untuk aset properti mereka. Ini mengambil bentuk ketentuan umum bahwa semua kredit properti akan dinaikkan dari 7% menjadi 30%. Bank-bank Spanyol saat ini memiliki sekitar 180 milyar euro kredit properti bermasalah.
(ang/ang)











































