Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga dari 48 korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, ternyata hanya 12 korban yang terdaftar sebagai anggota Jamsostek.
"Ada korban yang belum didaftarkan sebagai peserta oleh perusahaan yang tidak jujur," tegas Hotbonar kepada detikFinance, Sabtu (19/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Hotbonar tidak mengatakan siapa perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya tersebut.
Sampai saat ini perkiraan nilai santunan yang akan dikeluarkan Jamsostek minimal Rp 7,5 miliar.
Sukhoi Superjet 100 mengalami kecelakaan Rabu 9 Mei. Pesawat itu membawa 45 orang rinciannya 8 warga Rusia, 1 warga AS, 1 warga Prancis, lainnya WNI. Pabrikan Sukhoi menjanjikan asuransi senilai US$ 50 ribu/penumpang (sekitar Rp 464 juta).
Sedangkan PT Jasa Raharja memberi santunan atas dasar kemanusiaan Rp 50 juta/penumpang. PT Trimarga Rekatama masih berusaha melobi Sukhoi untuk memberikan santunan Rp 1,25 miliar/penumpang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan.
(dnl/dnl)











































