"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tanggal 12 Juni 2012 memutuskan untuk menahan BI Rate di posisi 5,75%," ungkap Juru Bicara BI, Difi Johansyah dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (12/6/2012).
Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan yang tetap rendah dan terkendali di dalam kisaran sasaran yang ditetapkan, yaitu 4,5% ± 1% pada tahun 2012 dan 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping menjaga kecukupan likuiditas baik di pasar Rupiah maupun pasar valuta asing, Bank Indonesia juga memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan, termasuk melalui pengembangan instrumen moneter valuta asing.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global, Dewan Gubernur meyakini daya tahan perekonomian domestik sejauh ini masih baik. Prospek perekonomian global masih dihadapkan pada krisis Eropa yang memburuk dan semakin tidak pasti, kondisi perekonomian AS yang masih rentan, serta pertumbuhan ekonomi China dan India yang diprakirakan melambat sebagai dampak krisis di Eropa
BI Rate juga ditahan pada 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur BI di 10 Mei 2012. Pada Februari 2012 kemarin, BI memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps. Saat ini BI Rate bertengger di 5,75% terendah sejak beberapa tahun terakhir.
(dru/dnl)











































